Dengan hanya melihat sekeliling, Anda bisa melihat seberapa banyak beton yang menutupi planet rumah kita, Bumi. Di mana pun Anda melihat, dari jalan tol hingga meja dapur, Anda akan menemukan material buatan manusia ini. Alasan di balik ini adalah fleksibilitas dan kekuatannya yang luar biasa.
Beton telah memainkan peran besar dalam degradasi beberapa keajaiban alam kita, yang merupakan produk sampingan urbanisasi yang tidak menguntungkan. Di sisi lain, sebagian besar kebutuhan kita di Bumi dibangun di atas beton. Berikut adalah beberapa fakta mengejutkan dan menghibur tentang beton. Memang, beton memiliki pesonanya sendiri!
Romawi adalah pelopor dalam bidang beton modern

Kepercayaan umum menyatakan bahwa orang Romawi adalah yang pertama menggunakan beton. Disebut “pozzolana”, dibuat dengan mencampur kapur, air, dan abu vulkanik; campuran ini jauh lebih kasar daripada beton modern. Pantheon, kuil Romawi terkenal di dunia, adalah bangunan beton yang berdiri tanpa adanya struktur (unreinforced) dengan kubah terbesar yang terbuat dari beton pozzolana.
Orang Romawi membangun pelabuhan mereka di Cosa menggunakan bahan bangunan baru yang luar biasa ini karena sifat kedap airnya. Meskipun pelabuhan tersebut paling aktif sekitar 100 SM, tiga dermaga betonnya masih berdiri hingga hari ini, sebagai bukti kemampuan teknologi dunia kuno.
Struktur beton terbesar di dunia adalah Trump International Hotel

Terlepas dari pendapat pribadi, struktur beton terbesar di dunia adalah Trump International Hotel. Dibuat dari beton dalam jumlah besar, bangunan ini mencapai ketinggian 1.387 kaki di atas tanah.
Jalan raya beton pertama di 1909

Antara jalan 6 dan 7 Mile di Woodward Avenue, di wilayah barat laut Detroit saat ini, jalan beton pertama dibangun pada tahun 1909. Jalan sepanjang satu mil ini menelan biaya $13.492,83, dan dibangun oleh Wayne County Road Commission yang mencakup Henry Ford. Sebelum itu, jalan-jalan yang tidak terbuat dari tanah dibangun menggunakan batu bata, batu bulat, atau macadam—kombinasi tar dan batu—yang terkenal tidak rata.
Kekuatan tekan beton sangat mengagumkan

Kekuatan tekan beton memang sangat mengagumkan, dan inilah salah satu alasan mengapa beton menjadi material utama dalam konstruksi di seluruh dunia. Kekuatan tekan, yang diukur dalam pound per square inch (psi) atau megapascal (MPa), adalah kemampuan beton untuk menahan beban besar tanpa mengalami kerusakan atau deformasi. Dalam proyek konstruksi besar seperti gedung pencakar langit, jembatan, dan jalan raya, kekuatan tekan beton memastikan struktur tersebut tetap kokoh dan stabil, bahkan ketika terkena beban dinamis seperti angin, gempa, dan lalu lintas berat.
Beton standar biasanya memiliki kekuatan tekan antara 3.000 hingga 7.000 psi, sementara beton berkinerja tinggi bisa mencapai kekuatan tekan lebih dari 20.000 psi. Teknologi modern dan penggunaan bahan tambah (admixtures) seperti yang ditawarkan oleh produk-produk PERA memungkinkan pencapaian kekuatan yang lebih tinggi dan lebih cepat, sambil mengurangi risiko keretakan akibat penyusutan (shrinkage cracks) dan memperpanjang umur bangunan.
Tentara Inggris menggunakan beton untuk mendeteksi pesawat musuh

Tentara Inggris menggunakan reflektor akustik parabola, yang dikenal sebagai “listening ears”, untuk memantau pesawat yang mendekat sebelum radar dikembangkan selama Perang Dunia II. Reflektor suara beton raksasa ini dibangun di sepanjang pantai Inggris pada masa awal Perang Dunia II dan masih dapat dilihat hingga hari ini.




